Mengenal Vertical Rescue

Mengenal Vertical Rescue

Pelaksanaan sekolah Vertical Rescue yang diselenggarakan di Gunung Pabeasan atau yang lebih dikenal dengan nama Tebing 125 Citatah Padalarang Kabupaten Bandung Barat berkat kerja sama Batalyon VI Resimen Mahasiswa Mahawarman dengan Vertical Rescue Indonesia dan Indonecia Climbing Expedition di bawah pimpinan Tedi Ixdiana.

Sebuah harapan besar terpampang untuk memperkenalkan Vertical Rescue kepada masyarakat luas yang selama ini masih banyak orang yang merasa asing dengan istilah ini.

Sekolah Vertical Rescue diselenggarakan bukan hanya sebagai sarana transformasi ilmu dan pengetahuan seputar Vertical Rescue. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk eksistensi anak bangsa sebagai pelaku aktivitas petualangan di medan terjal (vertical) yang diharapkan menjadi ajang untuk memperkuat jaringan baik antar komunitas maupun individu yang terlibat dan berpartisipasi di dalamnya. Sehingga suatu saat nanti negeri ini memiliki satuan besar Vertical Rescue yang handal, terlatih dan selalu siap diterjunkan saat dibutuhkan.

Masyarakat kita ternyata masih begitu asing mendengar istilah Vertical Rescue.banyak yang bertanya-tanya seperti apa Vertical Rescue itu, apa yang di rescue, apa bedanya dengan SAR, apa hubungannya dengan PanjatTebing dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan ini selalu muncul saat Tim Vertical Rescue dari Indonesia Climbing Expedition melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat.

Vertical Rescue sendiri adalah bagian Dari operasi SAR yang dilibatkan pada saat Evakuasi (pemindahan korban) pada Medan Khusus vertical/terjal baik basah maupun kering. Jadi dapat disimpulkan bahwa Vertical Rescue adalah Teknik Evakuasi (memindahkan ke lokasi yang lebih aman) obyek (baik barang maupun manusia/korban) dari titik rendah ke titik yang lebih tinggi atau sebaliknya, pada medan yang curam/vertical baik kering maupun basah

Tidak diketahui secara pasti, bagaimana sejrah lahirnya Vertical Rescue, mengingat hal ini timbul dan terbentuk dari komunitas pelaku aktivitas Panjat Tebing dan para penelusur gua.

APLIKASI

Aplikasi Vertical Rescue selain digunakan dalam Rock Climbing dan Caving, juga digunakan oleh para pekerja tambang, pekerja ketinggian, pemadam kebakaran dan pastinya digunakan oleh kalangan Militer untuk kebutuhan-kebutuhan taktis

Aplikasi Vertical Rescue Evacuation untuk kepentingan militer

Pada intinya, materi yang dipelajari dalam Vertical Rescue meliputi 2 hal utama yaitu : 3 Teknik Penjangkauan Obyek/korban dan 3 Teknik Evakuasi obyek/korban.

 TEKNIK PENJANGKAUAN KORBAN

Ada 3 teknik yang dilakukandalam Vertical Rescue untuk menjangkau Obyek atau korbanya itu

  1. LEADING (Perintisan) adalah teknik penjangkauan korban/obyek yang dilakukan dengan cara pemanjatan perintisan dari titik di bawah posisi obyek/korban berada. Teknik ini dilakukan oleh Pemanjat Perintis (Leader) dengan memasang pengaman pada titik-titik tertentu.
  2. TRAVERSING (Perintisan Menyamping) dalam teknik ini, penjangkauan terhadap obyek atau korban dilakukan dengan cara menyamping, di mana tim evakuasi berada dalam titik sejajar dengan posisi obyek atau korban berada. Teknik ini dilakukan oleh pemanjat perintis dengan memasang pengaman pada titik tertentu. 
  3. ABSEILING (Rapelling/Descending) Teknik ini digunakan jika posisi obyek/korban berada dibawah posisi tim evakuasi, misalnya jika obyek/korban berada di dalam jurang, lubang dll. Tim Evakuasi akan menjangkaunya dengan cara descending atau ada yang menyebutnya dengan rapelling

TEKNIK EVAKUASI DALAM VERTICAL RESCUE dari ke 3 cara/teknik penjangkauan korban tersebut, barulah dilakukan Evakuasi atau proses pemindahan Obyek/Korban ke tempat yang lebih aman. Ada 3 teknik Evakuasi yang dilakukan dalam Vertical Rescue yaitu :

  1. HAULING. Hauling adalah teknik Vertical Rescue Evacuation yang dilakukan dengancara memindahkan obyek atau korban dari posisinya ke titik atau tempat yang lebih tinggi (menaikkan korban). Proses pemindahan ini dilakukan dengan menggunakan System (dikenal dengan nama HAULING SYSTEM) sebagai upaya untuk mengurangi berat obyek/korban saat dilakukan penarikkan ke atas. Sistem yang biasa digunakan adalah A System, Z System dan M System. Obyek/korban dapat dinaikkan dengan atau tanpa menggunakan Stretcher (tandu).
  1. LOWERING. Lowering adalah kebalikan dari Hauling. Teknik ini dilakukan dengan cara menurunkan obyek/Korban ke titik/tempat yang lebih rendah di bawahnya. Evakuasi ini harus memperbesar friksi, dalam aplikasinya cara ini menggunakan descender (alat bantu untuk menuruni medan curam) seperti figure of eight, hydrabot, robot atau dapat juga menggunakan Jerat tambat (Italian hitch). samaseperti Hauling, dalam teknik Lowering Obyek/korban dapat diturunkan dengan atau tanpa menggunakan Stretcher (tandu).

  1. SUSPENSION. Suspension adalah teknik pemindahan Obyek/Korban dengan cara diseberangkan baik ke titik/tempat yang lebih tinggi, sejajar, maupun lebih rendah dari posisi obyek/korban berada. Teknik ini merupakan alternatif terakhir mengingat penggunaan teknik ini akan memakan waktu cukup lama dan peralatan yang digunakan juga relatif lebih kompleks.

ANCHORING

Selain hal tersebut di atas, dalam vertical rescue diperlukan pemahaman tentang pemasangan anchor baik pada media keras (tebing, batu, tembok, tiang, pohon dll) maupun pada media lunak (pasir, tanah, lumpur, saljudll).

Jadi dalam medan apapun, di daerah berpasir atau tanah yang lembek sekalipun, bisa dilakukan pemasangan anchor yang dapat digunakan untuk mengikat tambatan.

SIMPUL YANG DIGUNAKAN DALAM VERTICAL RESCUE

  1. Simpul Delapan Ganda (Double Eight Knot)
  2. Simpul Nelayan Ganda (Double Fisherman Knot)
  3. Simpul Pita (Water Knot)
  4. Jerat Tambat (Italian Hitch/Munter)
  5. Jerat Pangkal (Clove Hitch)
  6. Jerat Geser (Prusik Hitch)

untuk lebih memahami macam-macam simpul silahkan di lihat http://www.animatedknots.com

EQUALIZING

Adalah teknik menyamakan beban antara dua pengaman. Sudut yang terbentuk tidak boleh lebih dari 1200

PERALATAN SPESIFIK DALAM VERTICAL RESCUE

Peralatan yang digunakan dalam Vertical Rescue pada umumnya sama dengan peralatan dan perlengkapan dalam Rock Climbing, ditambah dengan peralatan khusus yang lebih spesifik seperti :

Stretcher : Stretcher atau Basket Rescue adalah tandu yang digunakan untuk melakukan evakuasi. Pada sisi luar tandu terdapat pelindung sehingga korban/objek yang berada di dalamnya terhindar dari benturan secara langsung.

Tripod : Tiang logam berkaki tiga yang digunakan untuk menghindari gesekan tali dan mengangkat sistem terutama sekali digunakan untuk proses evakuasi korban atau objek dari dalam lubang.

Quick Release : Alat bantu untuk mempermudah proses melepas obyek/korban dari lintasan dalam keadaan terbebani.

Swivel : Alat yang digunakan untuk mengurangi putaran pada lintasan utama yang digunakan terutama pada evakuasi dengan Helikopter.

Dead Man, Dead Boy, Ice Picket, Bollard : Anchoring yang digunakan pada media lunak seperti pasir, tanah, lumpur, permukaan es/salju

Rotary Hammer Drill : Bor tangan yang menggunakan Battery untuk mempercepat proses pemasangan Rock Bolt. alat ini juga bisa digunakan untuk membobol permukaan tembok/beton

Pulley : alat ini sama fungsinya dengan katrol, dan digunakan dalam Hauling System dan juga digunakan dalam Suspension

BERLATIH KERAS SELESAIKAN TUGAS DENGAN SINGKAT . SEMANGAT ADALAH HARGA MATI!!

itulah semboyan untuk memicu semangat yang selalu di lontarkan Tedi Ixdiana sang komandan Vertical Rescue Indonesia.

sumber : Diktat Pelatihan Vertical Rescue Indonesia

 

2 Comments

  1. Okti Li

    Februari 22, 2018 at 4:34 pm

    Banyak teory jadi bingung… Hehehe

  2. Yudi

    Mei 11, 2018 at 8:46 pm

    Pengen belajar sejak dulu
    Tapi gak kesampaian saja duh

Leave a Reply