Rahasia Pramuka Si Cadu Mandi Kini Mewangi

Ini Rahasia Pramuka Si Cadu Mandi Yang Kini Mewangi

Pramuka pramudi pramuka cadu mandi…

Jadi pembina pramuka itu banyak suka dukanya. Setali tiga uang dengan pecinta alam, kegiatan pramuka juga tidak pernah lepas dari kegiatan di alam, melakukan pendakian dan perkemahan. Saat berkegiatan di luar ruang, badan mau tidak mau jadi kucel, bau, dan sering terpapar sinar matahari. Tidak heran kalau selesai acara, penampakan jadi lebih eksotis alias gelap. Tidak heran anak kecil di perkampungan yang melihat orang mengenakan seragam pramuka selalu refleks bernyanyi “ Pramuka pramudi, pramuka cadu mandi…” yang artinya kurang lebih pramuka itu anti (jorok) mandi… Hiyyy!

Namun tentu saja yang terjadi sebenarnya adalah kebalikannya. Meski pramuka keseharian di lapangan berkegiatan dengan tanah basah, lumpur dan terik matahari namun menjaga kebersihan adalah salah satu kewajiban, sebagaimana tersebut dalam Dasa Darma Pramuka nomor sepuluh: Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Dan tentu saja alangkah baiknya jika kita bisa merawat tubuh terutama muka agar tidak terlihat kucel meski banyak berkegiatan di alam terbuka. Apalagi kalau tubuh semerbak mewangi, makin naik deh gengsinya kakak pembina ini di depan para penggalang. Hehehe.

Meski sudah disebutkan dalam Dasa Darma Pramuka: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, pramuka seharusnya lebih mencintai diri sendiri, termasuk menjaga kebersihan dan keharumannya sepanjang hari. Jadi meski jadwal padat, wajib hukumnya menjalankan ritual mandi, minimal sekali dalam sehari.

Jangan salah, mandi sehari sekali bagi Pramuka adalah sebuah pencapaian luar biasa. Eh, pramuka lain jangan tersinggung, apalagi komplain, ini saya cerita pengalaman sendiri saja dengan situasi dan kondisi di daerah perbatasan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung yang kotoran dan keringat itu sudah terbiasa melekat di badan. Apalagi kalau pas ada kegiatan di alam. Sementara kita tidak mungkin sebentar-sebentar izin untuk ke kamar mandi, ye kan? Jadi pramuka sedang berkegiatan di alam sudah bisa mandi sekali saja, itu sebuah anugerah…

Sebuah penelitian menyatakan jika suku primitif Yanomami di Hutan Amazon sangat jarang mandi. Tapi tahukah kalau tidak sering mandi, bagi mereka itu adalah salah satu cara untuk melindungi diri?

Percaya atau tidak, mandi tidak terlalu sering membuat kompleksitas bakteri jadi tinggi dan itu jadi antibiotik alami untuk tubuh. Hasilnya mereka akan lebih kebal terhadap serangan virus penyakit.

Untuk diketahui kompleksitas bakteri adalah sekumpulan mikro bioma penting untuk kesehatan tubuh. Kalau kompleksitas bakteri berkurang, tubuh akan rentan terhadap virus dan penyakit.

Sebuah survei menemukan, empat dari lima wanita tidak mandi setiap hari. Penelitian Universitas Manchester, Edinburgh, Lancaster, dan Southampton, justru melaporkan hasilnya jika tiga perempat dari responden mereka mandi satu kali dalam sehari.

Presiden Australasian College of Dermatologists, Profesor Stephen Shumack justru malah menerangkan kalau kegiatan mandi hanya dilakukan ketika kita perlu saja.

Saya jadi penasaran, mandi itu sebetulnya dilakukan karena tekanan sosial, atau berdasarkan kebutuhan?

Kalau bertanya kepada kaum wanita, kenapa mandi? Jawabannya karena kebutuhan sosial untuk wangi. Saya pikir yang perlu “diwangikan” kan hanya bagian tertentu saja, hehe. Seperti ketiak atau area sensitif.

Buat saya, kalau mau wangi sepanjang hari, saat ini sudah banyak cara yang mudah kita lakukan meski hanya bisa mandi sekali dalam sehari. Coba #MandiParfum #MandiKeharuman dengan Vitalis Body Wash yang memiliki banyak variant pilihan wangi parfum pada setiap sabun mandinya.

Meski saya laki-laki, tidak salah kan kalau saya juga menggunakan sabun kecatikan glamor Vitalis Body Wash buatan PT. Unza Vitalis ini? Selain istri di rumah sudah  menggunakan sabun mandi glamor ini juga karena kami tidak pernah banyak ganti pernak-pernik keperluan mandi. Jadi buat apa beli yang lain kalau sudah tersedia dan bisa digunakan pula?

Sehabis kelayapan mandi keringat dengan baju pramuka yang belepotan lumpur, akhirnya saya bisa merasakan sensasi mandi parfum ketika menggunakan Vitalis Body Wash. Moisturizer nya terasa hingga kulit tidak terasa kaku atau kering. Iyalah, meski laki-laki tapi kulit lembab dan bersih pasti suka.

Vitalis ini ada tiga wangi berbeda dan saya sudah mencoba semuanya. Yang warna hijau variant Fresh Dazzle wanginya buat saya sangat alami. Seringnya hidup di alam bebas, bertemu alam dan lingkungan, seolah saya menemukan sahabat sejati ketika menghirup harum dari wanginya Vitalis Fresh Dazzle ini. Semangat menghirup wangi segar dari hijaunya dedaunan, rumput basah di pagi hari, pucuk teh yang berselimut kabut, semuanya buat saya nyaman dan tenang.

Untuk sabun mandi cair Vitalis warna ungu atau variant Soft Beauty saya merasa memiliki banyak kenangan yang bermunculan ketika menghirup wangi dari Fruity Aldehydic nya. Kenangan masa kecil ketika memanjat pohon jambu dan memakannya di atas pohon, sampai masa remaja ketika mulai bisa mengunjungi kebun buah yang modern, semua wanginya membawa saya keluar masuk dalam kenangan yang sangat agung dan indah.

Adapun wangi yang tercium dari varian White Glow Vitalis Body Wash membuat saya memiliki sensasi tinggi akan keharmonisan rumah tangga. Pink yang banyak diartikan dengan feminim buat saya yang kata istri sedikitpun tidak memiliki sisi keromantisan dalam hidup, jadi serasa makin berjiwa muda, semakin berenergi, seru dan rasanya menyenangkan saja. Happy.

Orang boleh menertawakan saya, laki-laki dengan sabun mandi yang banyak dipakai oleh kaum hawa. Suami yang mengikuti saja apa yang sudah disiapkan istri, termasuk urusan sabun mandi dan kembali membeli Body Wash Vitalis untuk dipakai keluarga. Tapi orang jadi terheran-heran ketika saya kakak pembina pramuka yang asalnya kucel dan bau kini jadi wangi dan segar sepanjang hari. Meski mandinya kadang sekali sehari.

7 Comments

  1. Reuben

    Februari 8, 2020 at 11:51 am

    Place order and get specialized help from writers. They don’t have time to write different.

  2. Uli Hartati

    Maret 13, 2020 at 8:04 am

    wahhh anak pramuka pakai vitalis body wash juga ya hehe, harumnya memang awwet

  3. Reni

    Maret 13, 2020 at 9:30 am

    Aduh teh, si cadu mandi haha. Dulu suka nyanyi yel yel pramuka pramudi klo ada yg blm mandi haha. Btw itu vitalis body wash aku sdh coba, harum dan enak di kulit.

  4. Grandys

    Maret 14, 2020 at 8:08 am

    qiqiqi inger banget waktu aku jadi Pramuka itu juga di sekolahan, kata mamahku aroma aku udah ga karuan. Padahal aku cewek lho ya, kalo bahasa Jawa disebutnya bau lebus gitu. Sekarang udah ada Vitalis ini, aromanya segar dan mewangi ya

  5. Grandys

    Maret 14, 2020 at 9:31 am

    anak pramuka memang harus pake vitalis body wah ini ya teh, biar ga bau acemmmm qiqi, karena pengalaman aku jadi anak pramuka gitu

  6. Adhe Albian

    Maret 15, 2020 at 6:15 am

    Fresh Dazzle tuh beneran seger, apalagi kalo abis aktivitas seharian hehe. Ye gpp bang pake sabun mandi cewek biar wangi, laki2 juga kan boleh wangi hehe. Anw makasih bang informasinya 😉

  7. Nurul Sufitri

    Maret 15, 2020 at 9:02 am

    Wow, pas bangeeedd nih yang ikutan Pramuka kudu wangi dong. Soalnya kegiatan super banyak dan pasti mengeluarkan keringat. Kelar acara, sampai rumah atau mandi di MCK jika ikutan kemping, bisa mandi pakai Vitalis Body Wash yaaaa 😍 Aku sudah nyobain ketiga variannya dong dan berasa pakai parfum beneran 😘

Leave a Reply